Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Coretan Kata

Memilih kisah sejarah

Dari kecil aku senang membaca cerita sejarah. Meskipun nilai mata pelajaran sejarah ngga pernah sempurna 100 karena aku selalu gagal menghafalkan tanggal-tanggal atau terkadang nama-nama yang asing di telinga. Tapi pada dasarnya, aku senang membaca dan mendengarkan cerita orang. Ada rasa, karsa, dan imaji yang bermain dalam otakku ketika aku menikmatinya.  Pernahkah kamu bayangkan? Bagaimana sejarah itu sampai bisa ditulis? Seorang pangeran gagah perkasa Diponegoro menuliskan babad nya sendiri -Autobiografi-. Maka apa yang dilihat, dirasa, didengar, itulah yang menjadi salah satu sumber sejarah yang hari ini kita pelajari sebagai perang Jawa. Tapi, coba kita bayangkan ketika seorang penjajah belanda yang menuliskan apa yang dilihatnya. Maka pejuang kita yang hari ini disematkan gelar pahlawan, pada hari itu akan dituliskan sebagai pemberontak. Raja yang arif bijaksana tegas melawan penjajah, maka akan dituliskan sebagai raja lalim yang sewenang-wenang karena tidak mengunt...

Sholat Istikharah dulu gih

Dalam hidup, kita sering dihadapkan dengan persimpangan. Semakin dewasa, pilihan-pilihan itu semakin rumit. Berpilin-pilin, membuat semua pilihan sukar untuk diambil. Ada yang terlihat mudah ternyata tidak mudah. Sebaliknya, yang terlihat sulit, ketika dijalani ternyata kita bisa menikmatinya. Ibarat kita benar-benar sedang berjalan di persimpangan, jarak pandang kita hanya dapat seluas cakrawala. Belum lagi jika tertutup pohon-pohon atau gedung yang terlihat mewah di depan mata, padahal di sebaliknya entah apa yang menunggu di sana. Lalu apa solusinya?  Istikharah Sudah pernah melakukannya? Et, jangan salah. Istikharah bukan hanya untuk memilih pasangan hidup. Saat memilih sekolah, pekerjaan, organisasi, jabatan, atau bahkan memilih presiden dan wakil-wakilnya. Kalau ngga salah, ada sebuah riwayat hadits yang mengatakan bahwa orang yang bermusyawarah tidak akan menyesal dan yang beristikharah tidak akan pernah merugi. Kalau mau tanya dalil-dalil, bukan aku ahlinya. Tap...

Narasi Hidup

Suatu hari di suatu tempat, aku diminta menuliskan sebuah narasi hidup. Apa alasan aku hidup? Aku mau berbuat apa sepanjang hidup? Sejenak aku terdiam. Apa ya… hm. Dengan berbagai kejadian yang perlu banyak disyukuri ini (jurusan yang sedikit ngga sesuai karena aku suka teorinya tapi ngga srek sama praktiknya, ditambah menjelang detik terakhir malah jadi wapres), aku sebenernya jadi sedikit bingung menentukan arah hidup. Tujuan hidup utama, sebenernya udah jelas sih. Ngga ada lain, ngga bukan, cuma untuk ibadah sama Allah. Inna Shalatii wa nusukii wa mahyaaya lillahi rabbil ‘alamiin. Tapi bos, aku mau punya ibadah sosial yang kayak gimana? Apa sih peran yang mau aku ambil di dunia ini? Apa ya.. hm. Teringat beberapa tahun lalu, waktu aku bingung milih jurusan kuliah. (aku ceritain lagi nih. Kebanyakan drama emanag Wkwk (baca judul lain: cita-citaku)). Aku sebenernya sempat punya satu prinsip sih. Sejauh apapun aku pergi, serumit apapun profesiku nanti, aku tetap haru...

Dosis Terapi

Kamu punya target harian tilawah ngga? Aku punya. Simpel sih. 1 juz per-hari. Kalau aku berhasil menuntaskan itu, rasanya hal itu jadi terapi buat mood ku selama seharian. Kalau aku baca di awal hari, aku bakal ngerasa seharian itu lebih yakin dan tenang. Kalau aku baca di akhir hari, aku bakal banyak banget merefleksi hari itu. Yang buruk biar jadi pembelajaran, yang baik untuk dipertahankan. Aku menyebut 1 juz sehari sebagai dosis terapi. Karena (versiku) dibawah itu belum berhasil jadi terapi buat jiwaku yang gampang bet goyah ini hehe. Untuk sampai ke kebiasaan 1 juz itu gampang ngga sih? Sejujurnya ngga. Butuh menangkal beribu pemakluman atas diri sendiri yang super manja. Ketika aku marah-marah sama diriku sendiri, aku bilang “ kuncinya Cuma satu, kamu mau berubah atau ngga?”. Dan harus bener-bener galak sama diri sendiri. Heu Ada saatnya juga, dimana kita udah baca, sampe ditengah-tengah nih malah capek ngos-ngosan. Habis itu malah ngitung jumlah halaman yang...